Ulasan Film

‘COCO’ Raih Oscar, Pixar Bakal Bikin Karakter Animasi LGBT

Posted on March 14, 2018

Sebagai studio yang sudah merilis puluhan film-animasi berkualitas, Pixar tidak pernah gagal membuat penggemar antusias terhadap karya mereka. Bahkan film terakhir yang mereka rilis dan diedarkan oleh Walt Disney, COCO, membuktikan kalau tidak hanya sukses di tangga box office dunia, tapi juga sukses memboyong dua Piala Oscar, bukti supremasi penghargaan film tertinggi bagi sineas global.

 

Dua Piala Oscar yang didapatkan COCO itu diberikan dalam ajang 90th Academy Awards di Dolby Theatre, Los Angeles hari Minggu (4/3) malam atau Senin (5/3) pagi waktu Indonesia.Film arahan Lee Unkrich ini sukses mengalahkan LOVING VINCENT, THE BOSS BABY, FERDINAND dan THE BREADWINNER di kategori Film Animasi Terbaik. Sebelum sukses memboyong Oscar, COCO sudah lebih dulu berjaya di ajang BAFTA Award, Golden Globe Award, Critic’s Choice Movie Award dan Annie Award.

 

Kesuksesan COCO ini rupanya berdampak positif bagi Pixar di mana mereka termotivasi menciptakan karakter yang lebih beragam. “Kami selalu antusias untuk hal yang satu itu. Bukan hal yang tak mungkin kami lakukan ke depannya. Bersandar dari keragaman yang jadi poros kisah-kisah animasi Pixar, kami ingin menciptakan image LGBT. Itu menjadi impian kami. Kami ingin menampilkan keberagaman dalam setiap cerita Bandar togel sgp yang kami bawa,” ungkap Darla K Anderson selaku produser COCO seperti dilansir Detikhot.

 

Miguel Nyanyikan ‘Remember Me’ di Panggung Oscar

 

Tak hanya membawa pulang Piala Oscar untuk kategori Film Animasi Terbaik, COCO juga meraih Oscar dalam kategori Lagu Asli Terbaik untuk OST Remember Me yang dalam film dinyanyikan oleh Benjamin Bratt, pengisi suara antagonis Ernesto de la Cruz. Remember Me sukses mengalahkan Mystery of Love (CALL ME BY YOUR NAME), This is Me (THE GREATEST SHOWMAN), Stand Up For Something (MARSHALL) dan Mighty River (MUDBOUND).

 

Pasangan suami istri pencipta lagu Remember Me yakni Kristen Anderson-Lopez dan Robert Lopez pun tak bisa menutupi kebahagiaan mereka saat naik ke panggung untuk meraih Piala Oscar. Seperti dilansir Deadline, Robert mempersembahkan Oscar untuk mendiang ibu tercintanya. Seperti lazimnya lagu yang keluar sebagai juara, Remember Me pun dikumandangkan di malam Oscar. Adalah Gael Garcia Bernal sang pengisi suara Hector Rivera yang mendapat kesempatan bersinar di Dolby Theatre.

 

Namun Bernal rupanya tak tampil sendirian. Karena dia mengajak penyanyi Meksiko bernama Natalia LaFourcade dan Miguel untuk ikut menyanyikan Remember Me. Terdengar unik karena sosok Miguel memiliki nama serupa dengan karakter utama dalam COCO, Miguel Rivera, bocah berusia 12 tahun yang ternyata adalah cicit kandung musisi berbakat Hector.

 

‘COCO’ Raih Lebih Dari Rp 10 Triliun

 

Dirilis pada 22 November 2017 di Indonesia, COCO memang meraih pendapatan box office yang sangat luar biasa. Dari peredarannya di seluruh dunia, COCO mengumpulkan USD 739,2 juta (sekitar Rp 10,1 triliun). Yang membuat COCO sangat menarik adalah Pixar membungkus budaya asli Meksiko, perayaan Día de los Muertos alias Hari Kematian dalam balutan kisah keluarga yang begitu menyentuh dan inspiratif.

 

Kisah COCO berpusat pada Miguel (Anthony Gonzalez), cicit Imelda Rivera (Alanna Ubach) yang begitu mencintai musik meskipun keluarga besarnya membenci musik. Miguel terjebak di alam roh dan akhirnya mengungkapkan fakta kenapa keluarga Rivera begitu anti musik dan menemukan kenyataan siapakah kakek buyutnya yang asli, seorang musisi legendaris yang sangat berbakat.

Synopsis film Takut Kawin

Posted on March 12, 2018

Selain film reboot Benyamin Biang Kerok, di bulan Maret ini bersiap-siaplah untuk kembali terpingkal-pingkal dengan menyaksikan film Takut Kawin yang dibintangi oleh actor tampan Herjunot Ali. Dengan Tagline “Kapan Nikah” promo film ini memang memunculkan banyak rasa penasaran untuk segera menyaksikannya di layar lebar. Nah simak ulasannya berikut ini.

 

Synopsis singkat film Takut Kawin

Film garapan sutradara beken Syaiful Drajat serta Nasrul Warid AS ini mengisahkan tentang kegalauan hati seorang laki-laki modern yang dihantui oleh ketakutan atau bisa dibilang paranoid pasca pernikahannya dengan kekasih yang ia cintai. Pria tersebut bernama Bimo (Herjunot Ali) yang berprofesi sebagai pebisnis muda. Walau baru berusia 25 tahun tetapi Bimo sudah meraih kesuksesan dari usahanya sehingga kehidupan dan keuangannya cukup stabil dan mapan.

 

Bimo pun telah mempunyai kekasih yang cantik serta berasal dari kelas social yang sama dengan dirinya, dan mereka berdua sedang mempersiapkan pernikahan. Sekilas kehidupan Bimo memang tampak sempurna hingga pasa masa-masa persiapan menjelang perayaan pernikahannya terjadi berbagi masalah. Bimo pun mulai bimbang saat seorang sahabat yang telah lebih dahulu memasuki kehidupan pernikahan mengatakan bahwa mempunyai pasangan tidaklah semudah yang dibayangkan.

 

Pembicaraan tersebut terus terngiang di telinga Bimo hingga membuatnya tertekan luar biasa dan puncaknya ia pun menunda pernikahannya dengan Lala. Tentu saja ini membuat Lala dan keluarganya shock. Kecewa dan sakit hati kepada Bimo membuat Lala akhirnya menjauh, sementara Bimo masih berkutat dengan kekhawatiran bahwa tabiat Lala akan berubah setelah berstatus sebagai istri sah Bimo. Lala yang tiba-tiba single ini pun memancing pria lain yang juga menaruh hati padanya. Jangan lupa saksikan penayangan film Domino Qiu Qiu ini di bioskop bila penasaran dengan akhir kisahnya.

 

Herjunot Ali turut terlibat di belakang layar

Selain Herjunot Ali deretan bintang film ternama tanah air juga turut terlibat dalam produksi film ini yaitu Junior Liem, Deni Chandra, Angel Karamoy, Babe Cabita, Siska Kozok, Asri Welas, Miller Khan, dan Indah Permatasari. Selain berperan sebagai tokoh utama, pada film Takut Kawin ini Herjunot Ali juga ikut membantu produksi film di balik layar.

 

Ia mengaku bahwa tak hanya pada film ini ia turut membantu para sineas di balik layar, mulai dari menjadi konsultan, co producer, co director, dan lain-lain. Ia juga termasuk yang memberi ide judul film tersebut, membantu mengembangkan plot cerita, hingga para bintang film yang turut berpartisipasi. Pengalaman ini cukup menyenangkan bagi Herjunot yang telah cukup lama malang melintang di dunia perfilman nasional.

 

Sebelum diberi judul Takut Kawin, film ini sebelumnya bertajuk Kawin Itu Enggak Enak. Tetapi Herjunot kemudian merasa bahwa itu terlalu panjang dan kurang cocok dijadikan judul film. Mengingat film ini mengungkap kegalauan hati banyak orang untuk memasuki biduk rumah tangga atau takut kawin, mengapa tidak dijadikan judul saja. Ide tersebut diterima oleh produser dan jadilah judul film itu Takut Kawin.

 

Film ini sesungguhnya merupakan gejala yang  cukup lazim ditemui pada masyarakat kita dimana masa-masa paling kritis adalah menjelang pernikahan dan salah satu atau justru kedua belah pihak mulai mempertanyakan kembali keputusan besar yang telah diambilnya tersebut. Sebagaimana Bimo yang ketakutan akan tidak bahagia setelah menikah, banyak pasangan lain yang terancam batal menjadi suami istri karena keraguan tersebut.

 

Selamat nonton!